Home » Blog » Kampung Jamur Sidoarjo
Jual Jamur Tiram, Kuping, Lingzhi, Dewa, Agaric
Tuesday, September 11th 2012. Posted in Blog
Kampung Jamur Sidoarjo

Kampung Jamur Sidoarjo

Bisnis budidaya jamur di Jawa Timur sudah cukup lama dikenal. Seperti kampung jamur Sidoarjo yang terdapat di kabupaten Sidoarjo. Mayoritas masyarakatnya melakukan budi daya jamur. Hal baik ini juga di dukung dengan pemodalan usaha oleh pemerintah kabupaten sidoarjo dan salah satu pihak swasta di daerah tersebut.

Sampai saat ini sudah terdapat 31 warga di kampung jamur Sidoarjo yang ikut membudidayakan jamur sebagai alternatif pemasukan ekonomi keluarga.

Tepatnya di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, sebuah kampung jamur berdiri. Keberadaan kampung jamur itu tidak lepas dari inisiatif dari Sunarto, selaku pencetus kampung jamur yang ada di Sidoarjo.

Menurut beliau, kampung jamur dibangun atas dasar keprihatinan terhadap warga sekitar yang kurang bisa memanfaatkan lahan lingkungan sekitar yang notabene memiliki tanah yang lembab dan sangat cock untuk lahan budidaya jamur.

Mayoritas jamur yang di budidayakan adalah jamur tiram putih. Berbeda dengan jamur merang yang perlu ruangan tertutup dan hangat serta kedap udara, jamur tiram tidak memerlukan suhu tertentu atau ruang kedap udara.

Perlu diketahui bahwa jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool, tauge, sawi.

Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya.

Mayoritas jenis jamur tiram yang dibudidayakan hingga saat ini adalah jamur tiram putih, tiram coklat, tiram merah muda, jamur kuping, jamur merang, jamur shiitake dan jamur champignon. Jamur-jamur ini adalah tipe jamur yang tumbuh di kayu yang mengalami pelapukan atau yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu. Jamur tersebut tidak beracun dan boleh dimakan.

Sementara, jamur yang tergolong beracun dan tidak dapat dikonsumsi adalah jamur tiram yang tumbuh di kayu yang masih hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak.

“Jika termakan, jamur jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dan bisa menyebabkan kematian.” 

Walau tidak semua namun siri-ciri jamur beracun umumnya tangkai payungnya bergelang atau terdapat lingkaran menyerupai cincin. Selain itu, aroma jamur akan terasa berbau sangat tajam, jika dipotong terdapat cairan kekuning-kuningan dan berlendir.

Limbah Gergrajian Kayu

Hampir semua petani jamur di Indonesia menggunakan gergajian kayu sebagai media tumbuh jamur / baglog, tidak terkecuali warga masyarakat di kampung jamur Sidoarjo.

Untuk masalah bibit, warga juga membuat sendiri bibit induk (bibit jamur PDA) dan bibit sebar jamur tiram ini (bibit jamur F1), sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bibit. Walau tetap ada yang didatangkan dari daerah lain seperti Kediri dan juga Gresik.

Cara Pembuatan Bibit Jamur

Membuat bibit induk dan bibit sebar jamur tiram dilakukan dengan menyediakan media antara lain dedak halus dan tepung jagung yang dicampur dan ditambahkan air lalu dibuat adonan atau pasta (perbandingan 2:1).

Proses perawatan hingga panen dalam budi daya jamur tiram ini juga cukup mudah. Setelah polybag-polybag dingin, bibit jamur tiram dimasukkan satu sendok di bagian atasnya dan disimpan dalam ruang inkubasi.

Jumlah bibit yang dimasukkan tidak akan berpengaruh pada berat jamur yang dihasilkan melainkan proses keluarnya jamur bisa lebih cepat.

Lama kelamaan, polybag-polybag tersebut nantinya akan kelihatan memutih di seluruh permukaannya dan jika sudah putih semua, polybag tersebut dapat dipindahkan ke ruang produksi.

Perawatan Jamur

Dalam ruang produksi atau kumbung jamur, perawatan dimulai dengan cara membersihkan ruangan tiap pagi serta menyemprot polybag dengan air untuk tetap menjaga kelembaban ruangan serta merangsang tumbuhnya jamur tiram.

Supaya proses tumbuhnya jamur cepat, maka kapas penutup mulut polybag dibuka beberapa sebelum jamur keluar. Dalam waktu 15 hari jamur akan terlihat bermunculan, keluar dari mulut-mulut polybag. Tidak lama setelah itu, selang tiga hari kemudian jamur tiram pun mekar dan panen pertama pun bisa dimulai.

Jika dirangkum dari awal proses pembibitan hingga dalam jangka waktu sekitar 35 hari jamur tiram sudah bisa diambil hasilnya. Selanjutnya panen bisa dilakukan sekitar tujuh hari setelah panen yang pertama dan seterusnya.

Untuk setiap seribu bungkus spora (kantong jamur) dapat menghasilkan panen jamur sekitar tiga sampai lima kilogram. Sedangkan harga setiap kilogram jamur yang telah dipanen berkisar antara Rp12 ribu sampai Rp15 ribu.

Permintaan Jamur Pasar Indonesia

Permintaan akan jamur siap panen dalam polybag tersebut  sangat tinggi. Bahkan permintaan masih lebih banyak daripada stok jamur yang bisa di produksi oleh kampung jamur Sidoarjo. Tidak salah jika beberapa senior di kampung tersebut banyak memberikan pelatihan-pelatihan pada masyarakat tentang budi daya jamur tiram. Hal ini diharapkan dapat membantu menambah jumlah porduksi jamur untuk memenuhi permintaan pasar.

Source Foto: www.flickr.com

Incoming search terms:

  • kampung jamur sidoarjo
  • jamur tiram sidoarjo
  • penjual bibit jamur tiram di sidoarjo
  • jual jamur tiram di sidoarjo
  • budidaya jamur tiram di sidoarjo
  • petani jamur tiram di sidoarjo
  • kampung jamur
  • budidaya jamur di sidoarjo
  • petani jamur sidoarjo
  • bibit jamur sidoarjo
Kampung Jamur Sidoarjo
Written by: Willy
Rating: 4.8

Produk Unggulan

Jamur Tiram
Rp 15.000
Jamur Lingzhi
Rp 500.000
Jamur Kuping
Rp 15.000
Bibit Jamur F0
Rp 300.000
Bibit Jamur F1
Rp 110.000
Jaminan Kualitas
Jamur-Berkualitas
Berlangganan Artikel

Masukan Email Anda

  • Budidaya Jamur
  • Perawatan
  • Pemasaran Jamur
Produk Terbaru
Baglog Jamur
Bibit Jamur F2
Bibit Jamur F1
Bibit Jamur F0
Jamur Dewa
Jamur Kuping
Jamur Lingzhi
Jamur Tiram
Testimoni